Just another WordPress.com site

Mengenal Struktur Pemrograman OOP

Saya sering berkeliling ke sana kemari, setelah dilihat-lihat, ternyata banyak juga pengunjung yang request mengenai OOP PHP.. jadi tertarik posting mengenai OOP..
OOP merupakan tren pemrograman saat ini, dan dapat membantu kita dalam menyelesaikan masalah dengan singkat.Sebenarnya, pada buku-buku keluaran Penerbit Lokomedia yang ditulis oleh Pak Lukmanul Hakim tanpa kita sadari sebenarnya terdapat kode OOP yang terkandung dalam bonus proyek-nya, misalnya apa? .. ya.. salah satunya yaitu pada penulisan skrip Paging. Pada penulisan tersebut terdapat simbol-> secara gamblang penulisan paging pada buku karangan Pak Lukmanul Hakim adalah seperti berikut:$p      = new Paging3;
$batas  = 6;
$posisi = $p->cariPosisi($batas);Penulisan kode seperti itu merupakan salah satu kode yang mengacu pada aturan teknik OOP. Teknik pada kode tersebut ditandai dengan adanya kode new dan juga ->. Dalam penulisan skrip seperti itu, dapat diartikan sebagai berikut:?Dalam mengakses atau memanggil Method dalam suatu Class atau Function diperlukan Method dan Argumen yang harus dikirimkan terlebih dahulu. Dalam hal ini Method pesan dan Argumen yang dikirimkan yaitu $posisi dan juga $batas?.

Untuk menggambarkan kode OOP, disini penulis akan membuat kode OOP secara bertahap dari mulai yang paling sederhana. Coba Anda buat file dengan nama hello.php kemudian simpan dalam folder OOP (folder OOP harus Anda buat terlebih dahulu) dalam folder htdocs (jika Anda menggunakan Xampp Server), kemudian tuliskan kode berikut:

<?php
class Hello {
public function say() {
echo “Hello”;
}
}
$new = new Hello();
$new->say();
?>

Menurut Anda apa yang akan ditampilkan pada skrip tersebut?..
Pada skrip tersebut, yang menjadi titik utama objek adalah dengan adanya perintah new, perintah ini selalu mencerminkan suatu objek.
Jika didefinisikan, skrip diatas dapat diartikan
“Kita membuat suatu class dengan nama Hello, yang didalamnya memiliki sebuah function bernama say, dan dalam function tersebut mengandung kalimat Hello. jadi untuk menampilkan kalimat hello, kita harus membuatkan variabel baru, misalnya dengan nama $new, variabel inilah yang akan kita jadikan objek, yang akan diturunkan dari function say tersebut. Cara menurunkannya itu tak lebih adalah dengan menggunakan new,

Sehingga sekarang $new telah menjadi objek, karena diberi perintah new Hello() yang merupakan sebuah class.. Intinya, dari Class menjadi sebuah objek.
So.. untuk menampilkan datanya kini telah berubah haluan menjadi :
“$new->say();

Say() merupakan nama functionnya..

Semoga dengan postingan ini, memberikan gambaran awal mengenai OOP PHP.. untuk selanjutnya nanti saya persiapkan terlebih dahulu..

Oh iya, saya sangat terbuka bagi teman-teman yang ingin memberikan saran kepada saya untuk sharing mengenai tema apa.. semoga nanti bisa kita share bareng-bareng di web ini..

from : agus saputra’s book

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s